Selasa, Februari 17

Friendster Dinonaktifkan Sementara

Beberapa waktu lalu, ada perdebatan di kalangan masyarakat tentang haram atau tidaknya rokok. Wajar, sebagian mendukung sebagian menolak habis-habisan. Bagi pengusaha dan petani tembakau tentu tidak mendukung adanya fatwa haram tentang merokok.

Sebaliknya masyarakat yang tidak merokok atau yang terganggu karena rokok tentu mendukung adanya larangan tersebut Bagi saya sendiri, mo dilarang atau tidak gak masalah, toh tetap saja saya tidak suka merokok.

Yup, setiap ada aturan yang diterapkan tentu ada implikasi yang menyertainya. Terlepas dari baik atau tidaknya aturan tersebut. Bagi yang membuat aturan tentu aturan yang akan dibuat nantinya diharapkan bisa membawa ke arah yang lebih baik.

Bagi pelaksana aturan, lebih bijak jika memahami aturan tersebut lebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Mulai tgl 17 Feb 2009, situs www.friendster.com tidak bisa diakses pada komputer siswa di lab komputer. Jika mau lebih detail, sebenarnya bukan FS alias Friendster saja. Lalu apa yang salah dengan friendster, kalo ditanya tentang hal itu jelas tidak ada yang salah dari FS. Yang salah adalah penggunanya. Sama seperti pisau, kalo digunakan untuk memasak tentu tidak bermasalah tapi jika untuk merampok tentu lain cerita. Tentu tidak wajar jika yang disalahkan pisaunya.

Situs jejaring sosial belakangan populer di masyarakat. Bagi pengguna Internet Indonesia tentu tidak asing dengan nama friendster, meskipun FS bukan situs jajaring sosial dengan jumlah member terbesar. Saking populernya, tak lengkap rasanya kalo berInternet ria tanpa membuka situs ini. Lalu seberapa pentingkah menjadi member situs jejaring sosial sperti ini?

Menurut saya penting, saya merasakan sendiri manfaatnya, teman yang sebelumnya ga ada kabar, bisa dicari dengan mudah. Dimanapun berada masih dapat saling berhubungan.

Sabaik apapun fungsi dan manfaatnya, segala sesuatu harus digunakan pada tempat dan waktunya. Bukan pada saat pelajaran. Internet di sekolah lebih bijak jika digunakan untuk pelajaran, menngerjakan tugas sekolah, mencari kisi-kisi UNAS, mencari informasi tentang Perguruan tinggi. Dan fungsi friendster untuk hal-hal diatas sangat kecil.

Memang aturannya tidak populis, kalo dalam pemerintahan itu sama saja menaikkan harga BBM. yang menentang pasti banyak. Tapi tujuannya bukan menyengsarakan rakyat. Tapi keuangan negara dalam bahaya jika tidak menerapkan aturan tersebut. Jadi, saya berharap siswa lebih bijak dalam menggunakan Internet dan memanfaatkannya untuk mengejar cita-cita. Semoga lulus dengan nilai yang baik dan cara yang baik pula. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar